PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT




  1. PENDAHULUAN
Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju kearah kemajuan, namun dapat juga menuju kearah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya.
Latar belakang dibahasnya judul ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat. Sedangkan perubahan sosial merupakan gejala yang umum dan bersifat universal artinya bahwa perubahan sosial terjadi pada setiap kehidupan masyarakat yang kita semua tahu akhir-akhir ini perubahan sosial dalam masyarakat begitu cepat dan drastis sehingga kita perlu membekali anak-anak kita untuk menghadapi perubahan sosial yang terjadi agar tidak terseret arus perubahan yang merugikan.

  1. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian perubahan sosial ?
2. Bagaimanakah proses perubahan sosial?
3. Apa saja bentuk dan dampak perubahan sosial?

  1. PEMBAHASAN
1.      Pengertian Perubahan Sosial
a.       Istilah dan Definisi
Dalam sosiologi, istilah “perubahan sosial” merupakan terjemahan dari  social change  (bahasa inggris).
Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial :
1)      Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
2)      Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern.
3)      Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi  istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
4)      Ricard T. Schaefer dan Robert P. Lamm menjelaskan bahwa Perubahan signifikan yang terjadi sepanjang waktu dalam hal bentuk-bentuk perilaku dan budaya, termasuk nilai-nilai dan norma-norma.
5)      Kingsley Davis menjelaskan bahwa Perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.


b.      Pemahaman Teoritik
Dimensi
Teori Evolusioner
Teori Fungsionalisme
Teori Konflik
Teori Psikologi Sosial
Pandangan terhadap Perubahan
Perubahan merupakan hal yang normal
Perubahan merupakan hal yang tak normal. Yang normal adalah kemapanan
Perubahan merupakan hal yang normal, bahkan diperlukan.
Perubahan merupakan hal yang normal, bahkan diperlukan
Arah Perubahan
Perubahan mempunyai arah yang jelas dan dapat dikenali/dipekirakan, yaitu berkembang dari organisasi masyarakat yang sederhana menuju organisasi masyarakat yang kompleks.
Tidak memberikan penjelasan mengenai arah perubahan. Hanya menjelaskan bahwa masyarakat perlu dibawa ke terwujudnya konsensus-konsesus baru.
Tidak memberikan penjelasan mengenai arah perubahan. Hanya menjelaskan bahwa masyarakat perlu dibawa ke masyarakat yang lebih berkeadilan sosial.
Tidak memberikan penjelasan mengenai arah perubahan. Hanya menjelaskan bahwa masyarakat perlu dibawa ke masyarakat modern.
Penyebab Perubahan
Manusia maupun lingkungan, terutama adalah teknologi.
Faktor internal dan eksternal sistem sosial
Konflik yang terjadi dalam masyarakat, baik konflik kelas maupun bukan.
Individu dengan kualitas-kualitas tertentu (individu kreatif/memiliki dorongan berprestasi/manusia modern).

c.       Ciri-ciri Perubahan Sosial
Ø  Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya
Ø  Perubahan yang terjadi pada lembaga masyarakat tertentu
Ø  Perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi yang bersifat sementara
d.      Sumber-sumber Perubahan Sosial
1) Sistem Keyakinan
2) Organisasi
3) Penemuan Teknologi
2.      Proses Perubahan Sosial
Proses peruabhan sosial merupakan serangkaian jalannya perubahan yang dilalui dalam perkembangan masyarakat. Di dalamnya ada penyesuaian-penyesuaian yang merupakan serangkaian perubahan yang dilalui masyarakat. Ada dua bentuk proses perubahan yaitu individual proses dan kolektif proses.
Proses perubahan sosial menurut Alvin B. Bertrand :
a.       Proses Perubahan sosial diawali komunikasi sosial,
b.      Dari komunikasi sosial akan melahirkan difungsi yang merupakan proses penyebaran unsur sosial budaya.
c.       Masuknya unsur-unsur baru dalam masyarakat dapat melalui perembesan unsur sosial budaya secara damai.
Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan budaya ;
1). Faktor Internal
a) Teknologi
b) Inovasi
c) Konflik
d) Pertumbuhan Penduduk
2). Faktor Eksternal
a) Perubahan Sosial karena Faktor Alam Sekitar
b) Perubahan Sosial karena Faktor Masyarakat Lain
ada juga faktor pendorong dan penghambat peruabhan sosial;
Faktor pendorong perubahan sosial :
-          Pendidikan yang bermutu
-          Komposisi penduduk yang beragam
-          Sistem sosial yang terbuka
-          Sikap progresif
Faktor penghambat peruabhan sosial :
-          Konservatisme elite
-          Sistem sosial tertutup
-          Pendidikan yang buruk
-          Komposisi penduduk homogen

3.      Bentuk dan Dampak Perubahan Sosial
Bentuk dari perubahan sosial antara lain :
a.  Perubahan Lambat (evolusi) dan Perubahan Cepat (revolusi)
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi :
a.       Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b.      Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c.       Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
d.      Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.


b.  Perubahan Kecil (Mikro) dan Perubahan Besar (Makro)
Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.

c. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan (Planed Change) dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan (Unplaned Change)
Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.

Dampak dari Perubahan sosial
Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.
1.      Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
2.      Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.
3.      Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.
4.      Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk kemunduran akibat adanya perubahan sosial budaya :
1.      Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2.      Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).
3.      Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4.      Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat.


D.       SIMPULAN
1.      Perubahan Sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.
2.      Proses Perubahan sosial diawali komunikasi sosial yang akan melahirkan difungsi yang merupakan proses penyebaran unsur sosial budaya melalui perembesan unsur sosial budaya secara damai.
3.      Bentuk perubahan sosial,
-          berdasarkan waktu (evolusi, revolusi);
-          berdasarkan proses (planed change, unplaned change);
-          Berdasarkan Dampak (Mikro, Makro).
Dampak Positif perubahan sosial
-          Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman;
-          Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional;
-          Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia;
-          Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Dampak negatif perubahan sosial
-          Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional;
-          Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya);
-          Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks;
-          Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat.

DAFTAR  PUSTAKA
Soemardjan Selo dan Soeleman Soemardi. 1974. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Robert M.Z., Lawang.1985. Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi Modul 4–6. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.
Soekanto, Soerjono. 1987. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
Susanto, Astrid. 1985. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Bandung: Bina Cipta.
Team Wikipedia. 2010. Perubahan Sosial. Laman http://id.wikipedia.org. diunduh pada  tanggal 22 Nopember 2010 pukul 22.37 WIB.



These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Leave a comment